Jateng

Resmi Dilantik Menag, 1.968 CPNS Kemenag Jateng Diminta ‘Wakafkan Diri’ untuk Negara

BERITASEMARANG.ID – Sebanyak 1.968 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama se-Jawa Tengah resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Prosesi pelantikan dilakukan secara daring oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama total 16.138 CPNS Kemenag se-Indonesia pada Kamis (21/5/2026).

​Pelantikan nasional ini digelar secara hybrid. Untuk wilayah Jawa Tengah, sebanyak 86 CPNS hadir secara luring di Auditorium Majeng Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, sementara sisanya mengikuti prosesi secara daring dari tempat tugas masing-masing.

​Hadir langsung dalam acara tersebut Kepala Kanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, Kabag TU Hidayat Maskur, para Kepala Bidang dan Pembimas, serta Kepala Kemenag Kota Semarang. Usai pelantikan, Saiful Mujab menyerahkan Surat Keputusan (SK) PNS secara simbolis kepada perwakilan peserta.

​Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, memberikan ucapan selamat datang kepada seluruh ASN baru yang akan bertugas di lingkungan Kanwil maupun kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ia berpesan agar para PNS baru benar-benar menghayati arahan dari BKN RI dan Menteri Agama sebagai kompas dalam berkarier.

​“Selamat bergabung bagi yang ditugaskan di Kanwil maupun kabupaten/kota. Apa yang tadi diarahkan oleh BKN RI dan Menag saya berharap menjadi acuan dalam menata diri menjadi PNS dari sekarang sampai pensiun. Tolong itu dijadikan acuan,” ujar Saiful Mujab.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Ia meyakini, jika arahan tersebut dipegang teguh, pengabdian yang dilakukan akan membawa keberkahan. “Saya yakin apabila itu menjadi acuan, insyaAllah apa yang kita kerjakan untuk umat, negara, dan diri kita sendiri bisa menjadi keselamatan dunia dan akhirat,” lanjutnya.

​Lebih lanjut, Saiful Mujab menegaskan bahwa status sebagai ASN berarti siap mengabdikan diri sepenuhnya. Ia menganalogikan pengabdian ini sebagai tindakan “mewakafkan diri” untuk bangsa dan negara. Oleh karena itu, menjaga nama baik institusi dan negara adalah harga mati, termasuk dalam bersosial media.

  • Fokus Pengabdian: Seluruh tindakan harus berorientasi pada kepentingan umat dan negara.
  • Bijak Digital: ASN dilarang keras menjelek-jelekkan negara, baik di kehidupan nyata maupun di ruang siber (dunia maya).
  • Loyalitas Tinggi: Makna mewakafkan diri berarti siap mengabdi dengan penuh tanggung jawab tanpa pamrih personal yang merugikan negara.

​“Kita sudah mewakafkan diri untuk negara. Apa yang kita lakukan adalah untuk umat dan negara. Kita harus menjaga negara. Kita tidak mungkin menjelek-jelekkan negara kita sendiri. Mewakafkan berarti kita hanya mengabdi,” tegasnya menyudahi arahan.

​Pelantikan serentak ini diharapkan menjadi momentum awal bagi ribuan ASN baru Kemenag untuk memperkuat integritas, profesionalitas, dan komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang prima di lingkungan Kementerian Agama.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement