Pendidikan Semarang

Sensasi Dingin di Tropis: ALaDin Siap Jadi Ikon Wisata Baru Alor

BERITASEMARANG.ID — Tim peneliti Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) dan Pemerintah Kabupaten Alor menggarap potensi wisata baru dari fenomena oseanografi langka bernama ALaDin (Air Laut Dingin) di Perairan Desa Alor Kecil, NTT. Fenomena unik satu-satunya di dunia ini memperlihatkan lonjakan air laut dalam yang membuat suhu permukaan drop hingga mendekati 10°C di tengah kawasan tropis.

Keunikan Fenomena ALaDin

  • Suhu Ekstrem: Terjadi pada bulan Agustus–November selama 1–2 jam akibat dorongan arus pasang purnama yang berinteraksi dengan topografi dasar Selat Pantar.
  • Atraksi Alam: Penurunan suhu mendadak membuat ikan-ikan pingsan dan memancing kawanan lumba-lumba mendekat ke bibir pantai untuk memangsa.

Inovasi Teknologi dan Dampak Ekonomi

Guna menanggulangi durasi kemunculan ALaDin yang singkat, tim Peneliti UNDIP yang dipimpin Prof. Dr.Sc. Anindya Wirasatriya mengembangkan aplikasi SI ALaDin. Teknologi berbasis sistem pemantauan IoT dan peramalan pasang surut ini memungkinkan masyarakat serta wisatawan memprediksi detik-detik terjadinya ALaDin secara akurat langsung melalui gawai.

​Pemanfaatan riset ini diselaraskan dengan program RPJMD “TRI PALAWA” Kab. Alor melalui skema Community Based Tourism. Masyarakat lokal Desa Alor Kecil dilatih untuk menjadi penyedia fasilitas wisata terpadu, mengubah peran warga yang semula sekadar penikmat menjadi penerima manfaat ekonomi utama.

​Sinergi Lintas Elemen Unnes: Kampanye Anti NAPZA Hingga Peduli Lingkungan Lewat Pembagian Tas  

​Sebagai puncak integrasi riset dan pariwisata berkelanjutan (blue economy), Pemkab Alor dijadwalkan meluncurkan Festival ALaDin pada September 2026 di bawah payung program Pekan Wismaraya. Langkah ini optimistis menyejajarkan Alor dengan destinasi kelas dunia lainnya di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement