BERITASEMARANG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menunjukkan komitmen tinggi dalam pelayanan pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Tercatat, barang-barang milik penumpang senilai total Rp 105.696.000 berhasil diamankan dan dikelola melalui sistem Lost and Found.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa selama 17 hari masa angkutan Lebaran (11–27 Maret 2026), pihaknya menemukan sebanyak 165 item barang milik penumpang yang tertinggal, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api.
Sistem Lost and Found yang Responsif
Seluruh barang temuan tersebut telah masuk ke dalam database sistem Lost and Found KAI. Jenis barang yang tertinggal cukup beragam, mulai dari barang elektronik, tas, dompet, dokumen penting, jaket, hingga helm.
”Sebagian besar barang tersebut sudah berhasil kami kembalikan kepada pemiliknya. Ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Luqman dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).
Bagi penumpang yang merasa kehilangan barang, KAI menyediakan kanal pelaporan yang mudah, yakni melalui petugas di stasiun terdekat atau menghubungi Contact Center KAI 121. Meski barang bawaan merupakan tanggung jawab pribadi, KAI tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima yang humanis.
Lonjakan Penumpang: Okupansi Naik 14 Persen
Selain keberhasilan mengamankan barang penumpang, Daop 4 Semarang juga mencatat pertumbuhan jumlah pengguna jasa kereta api yang signifikan pada musim mudik tahun ini.
Statistik Kumulatif (11 – 27 Maret 2026):
- Total Penumpang: 953.735 orang.
- Penumpang Naik: 459.308 orang.
- Penumpang Turun: 492.427 orang.
- Pertumbuhan: Meningkat 14% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Khusus pada hari ini, Jumat (27/3), volume penumpang harian menyentuh angka 58.319 orang, dengan rincian 30.368 penumpang yang berangkat (naik) dan 27.951 penumpang yang tiba (turun) di wilayah Daop 4 Semarang.
Luqman Arif mengimbau agar para penumpang tetap waspada dan selalu mengecek kembali barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta atau stasiun. Rutinitas imbauan melalui announcer di stasiun pun terus diperketat guna meminimalisir kejadian serupa ke depannya.
Dengan peningkatan fasilitas keamanan dan layanan yang semakin andal, KAI berharap masyarakat terus menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Komentar