Ekonomi

Restoran Legendaris Bon Ami Surabaya Lebih Hemat dan “Nendang” Berkat Gas Bumi PGN

BERITASEMARANG.ID  – Restoran legendaris Bon Ami di Surabaya telah lama menjadi jujugan keluarga untuk menikmati hidangan Nusantara hingga internasional. Namun, di balik kelezatan menu yang konsisten selama puluhan tahun, ada peran “Energi Baik” yang mengalir tanpa henti di dapur mereka.

​Melalui kemitraan strategis dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Bon Ami membuktikan bahwa menjaga cita rasa legendaris bisa berjalan beriringan dengan efisiensi modern.

​Efisiensi 12% dan Api yang Lebih Stabil

​Operasional restoran yang panjang—mulai pukul 07.00 hingga 22.30 WIB—menuntut sumber energi yang tidak hanya murah, tapi juga andal. Ervin Liana, Operational Manager Bon Ami Surabaya, mengungkapkan bahwa beralih ke gas bumi memberikan dampak instan pada pos pengeluaran.

​“Kami merasakan penghematan sekitar 10–12 persen. Selain itu, api kompor jauh lebih stabil, yang sangat krusial untuk menjaga standar masakan kami,” ujar Ervin.

​Rahasia “Wok Hei” pada Nasi Goreng

​Bagi koki profesional, tekanan gas adalah segalanya. Ervin menjelaskan bahwa gas bumi PGN memungkinkan proses memasak dengan high pressure. Hal ini sangat berpengaruh pada menu ikonik seperti nasi goreng.

Hadiri Silatnas Annitho Aswaja, Taj Yasin Kumpul Bareng Ribuan Anggota Thariqah di Semarang

​Berbeda dengan gas tabung yang tekanannya cenderung menurun saat isi mulai menipis, gas bumi memberikan aliran yang konstan. Hasilnya? Kematangan yang merata dan aroma khas masakan yang tetap terjaga di seluruh cabang.

​Keamanan Berlapis di Empat Cabang

​Saat ini, empat cabang Bon Ami di Surabaya telah terintegrasi dengan jaringan gas bumi. Selain aspek performa, faktor keamanan menjadi prioritas utama:

  • Sistem Deteksi Dini: Setiap cabang dilengkapi alarm pendeteksi kebocoran.
  • Edukasi Tim: Karyawan dibekali pengetahuan keselamatan kerja oleh PGN.
  • Respon Sigap: Tim PGN siap sedia melakukan penanganan teknis jika terjadi kendala.

​Komitmen PGN untuk Kuliner Jatim

​Area Head PGN Surabaya, Arief Nurrachman, menegaskan bahwa Bon Ami adalah potret sukses bagaimana energi gas bumi dapat mendukung keberlanjutan bisnis kuliner.

​“Kami berkomitmen memberikan layanan optimal, baik dari sisi suplai maupun keamanan. Tujuannya satu: agar pelanggan Bon Ami bisa bersantap dengan nyaman dan pihak restoran bisa fokus berinovasi pada rasa,” pungkas Arief.

​Dengan konsumsi rata-rata 2.100 m³ per bulan, Bon Ami kini melaju pesat sebagai pionir restoran yang memadukan tradisi rasa dengan pemanfaatan energi bersih yang efisien.

Jelang Muktamar VIII IPHI, Prof Imam Taufiq Dorong Penguatan Peran Organisasi dalam Pembinaan Haji

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement